Setengah Mati



Sempet gue terjebak di sekoalah karna gue ngejar gratisan WIFI. Gara-gara itu gue hampir pingsan di depan laptop sepanjang waktu sepanjang hari. pas lagi bimbel tepatnya, gue duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang menurut gue tempat paling aman untuk mengakses berbagai hal, kecuali yang berbau porno ya. Gue asik ngakses fb, twitter, dan nggak ketinggalan blog gue. Nggak konsen bimbel, nggak sadar kalau lagi di liatin terus sama yang ngajar bimbel, dan nggak nyangka kalau gue yang paling nggak disiplin di kelas itu. Beberapa menit kemudian, pusing melanda, dingin menyapa, encok merangkul pinggang. Gue mikir apa ini yang terakhir kalinya gue buka mata gue. Gue gugup, gue panik, langsung gue nyari-nyari obat di kotak obat kelas. Ku temukan obat kaplet Bodrex, dan Parasetamol, tak berpikir panjang gue minum obat-obat itu berharap keajaiban datang. Berbekal air minum nyomot dari temen gue meneguk obat yang ada di atas. ku tak peduli setinggi apa dosis yang gue minum. Setelah gue minum obat, gue pamit sama yang ngajar bimbel dan pulang dengan kegembiraan. Padahal badan udah serasa mau melayang dan kehilangan nyawa. Di jalan pulang ke kos, gue ketemu temen kos Indaful. Dirampaslah tubuh gue buat ikut dia kembali ke sekolah, dengan senang hati dan setengah mati gue kembali ke sekolah. Gue nemenin dia browsing dan gue juga browsing. Itung-itung nglupain masa keemasan gue, alias masa dimana gue mau mati di tempat.

0 komentar:

Posting Komentar