Cara Menghilangkan Jerawat dengan Telur







Bagian telur dapat digunakan dalam bidang kecantikan. Terutama dalam menghilangkan jerawat yang ada di wajah, karena wajah yang mulus merupakan dambaan setiap wanita di dunia.

1.      Putih Telur





Putih telur digunakan untuk wajah yang berminyak.
Putih telur dipisahkan dengan kuning telurnya, lebih baik dicampur denan madu. Kemudian dicampur   merata. Setelah merata, balurkan campuran tersebut ke wajah berjerawat yang sudah dibersihkan. Diamkan sampai kering. sesudah kering bersihkan menggunakan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat. 

2.      Kuning Telur




Kuning telur digunakan untuk wajah yang kering.
Kuning telur dipisahkan dari putih telur. Kemudian kocong hingga tidak mengental lagi. Balurkan ke wajah yang telah dibersihkan. Diamkan hingga kering. Setelah kering lalu bersihkan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat.

Cara Membuat Barcelet Mutiara



Membuat sendiri barcelet sangat mudah, dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan murah. Berikut cara membuat Barcelet Mutiara yang elegant. 
Bahan yang dibutuhkan:
1.     Tali senar
2.     Mutiara
3.     Pita satin, warna sesuai selera
4.     Benang jahit

     

·         ·         Ukur pergelangan tangan kamu dan tambahkan ukuran 2/3 cm senar untuk finishing.
·         Potong pita, pastikan panjangnya tidak pas pergelangan tangan, karena nanti akan mengikatnya menjadi pita.
·         Sematkan senar pada jarum, kemudian mulai dengan membuat simpul di awal 3/4 pita




·         Sematkan mutiara, lihat gambar
·         Kemudian akhiri dengan lipatan sehingga mutiara terbungkus oleh pita.
·         Ikuti lajur, hingga semua mutiara telah tersemat pada pita.



·         Setelah semua mutiara habis disematkan, simpul mati di mutiara terakhir.
·         Pastikan di kedua sisi mutiara disimpul mati sehingga mutiara tidak mudah terlep
·         Agar lebih kuat, senar harus dibakar menggunakan api.






Sekarang gelang mutiara sudah jadi. Untuk memakainya kamu tinggal membuat simpul pita saja supaya mudah dipakai dan dilepas. (vem/bee/kis)

CERPEN Percintaan

Ternyata Dia Bidadariku
Apakah pernah terbelit seorang bidadari itu benar-benar ada ? atau bidadari itu menyamar menjadi seorang yang terbilang tidak ada mirip-miripnya sama bidadari-bidadari yang banyak diceriatakan khalayak umum ?
Cowo dari SMAN 3 Jakarta yang duduk dikelas 1, namanya Dani Davano. Dani adalah cowo yang sangat manis dan pandai dalam bidang musik, tapi dia sedikit malas dengan pekerjaan yang menguras banyak pikiran dan tenaga. Dia nggak mungkin bisa melakukan sendiri dengan sempurna pekerjaan-pekerjaan itu. Kesehariannya selalu ada yang namanya Pika cewe berkacamata teman dekat Dani, tapi bukan pacaranya ya. Pika selalu ada dan sangat peduli dengan Dani. Namun, Dani itu seorang yang keras kepala dan egois terhadap Pika, selalu saja Pika yang menjadi sasaran empuknya bila dia sedang ada masalah atau lagi nggak badmood. Kepedulian Pika lah yang selalu menyabarkan hati Pika dari kelakuan si Dani itu. Saking pedulinya Pika terhadap Dani, Pika nggak jarang ngomel ke Dani soal Dani yang telat makan. Itu juga yang buat Dani suka marah sama Pika.
Di hari yang panas pulang sekolah, Dani menunggu Pika di depan gerbang sekolah tetapi sudah lumayan lama Pika nggak dateng juga. “sudah pulang kali ya anak itu, udah lemot tukang ngilang duluan lagi”, omel Dani sendiri. Dia pun memutuskan untuk pulang sediri tanpa Pika. Kali ini dia berjalan kaki, karena memang rumahnya tidak begitu jauh dari sekolah dan sepeda kesayangannya lagi bocor ban. Dengan santainya dia berjalan di pinggir jalan yang sepi saat itu. Diapun iseng mencoba berjalan hampir ketengah jalan sambil mendengarkan lagu di i-podnya. Tanpa dia tahu dan mendengar seruan klakson, dari arah belakang motor melaju dengan cepat. Dani tetap berjalan santai di jalan. Tiba-tiba ada seseorang yang mendorong Dani dari samping menuju pinggir jalan. Dani terkejut bukan main, dia sedikit marah karena jatuh. Dilihatnya seorang cewe berbaju mirip jubah memakai tutup kepala mirip kerudung yang hanya terlihat matanya saja karena tertutup cadar berwarna merah jambu. ADani terpesona melihatnya matanya yang cantik, seketika marahnya menjadi reda. Cewe itu tidak berkata sepatah pun, dia hanya membantuDani bangun dan meninggalakannya. Hanya sempat mengucap kata terima kasih saja tanpa Dani menanyakan siapa namanya. Sembari meneruskan perjalanan pulangnya, Dani terus memikirkan cewe itu. “siapa ya cewe itu, sayang aku hanya melihat mata cantiknya. Pasti rupanya juga secantik matanya. Apa jangan-jangan dia bidadari suruhan tuhan buat menolong aku tadi ya ?”, gumam Dani dalam hati, dan memerahlah pipinya.
Esok harinya, sewaktu istirahat Dani mencari Pika dan mengajakanya di tengah taman sekolah. Bukan mau ada acara ngasih surpise atau apa buat Pika, tapi biasalah Dani nyuruh Pika ngerjain pr nya. Memang begitulah keseharian Dani kalau ada pr. Pika sih nselalu nurut-nurut aja perintah si Dani tanpa ngeluh. Dani nggak pernah menyadari kalau Pika itu sayang dan mencintai Dani. “pik, kemarin tuh aku ditolongin cewe bermata cantik dari maut. Kayak di dongeng-dongeng bidadari turun dari kayangan buat nolongin aku”. Dani bercerita seru kepada Pika, namun Pika hanya mengangguk saja. Pika serius dengan pr Dani. Dani pun sedikit bete dan marah kepada Pika “nggak seneng apa liat temen sendiri seneng kayak gini !”. Dani pun meninggalkan Pika sendiri. “anak itu selalu, dikit-dikit ngambek, udah tau aku lagi ngerjain prnya. Pake acara ninggalin aku disini”, ucap Pika.
Bel pulang nyaring terdengar, semua siswa berhamburan keluar kelas. Pika menuju ke kelas Dani. Dilihatnya Dani masih duduk ditempat duduknya. “hey, kelihatannya masih ngambek soal tadi. Ini pr kamu udah aku kerjain semua”, kata Pika sambil menyerahkan buku Dani. “makasih”, ucap Dani ketus. Dani masih bete sama Pika, tapi Pika tau dia tidak akan lama seperti itu. Pika menjelaskan sikap dia tadi “aku cuman lagi serius aja ngerjain pr kamu, bukan maksudnya cuek dan nggak seneng kamu seneng ketemu bidadarimu yang dari kayangan itu”, suara Pika memelas. Dani hanya diam dan mengangguk, pertanda dia masih ngambek. Nggak cuman sekali dua kali kejadian seperti ini dialami Pika. Pika pun meninggalakan Dani di kelasnya.
Beberapa hari kemudian, hari itu hari minggu sekolah libur. Berniat Dani membawa sepeda yang sudah tidak bocor lagi untuk jalan-jalan pagi. Melewati depan rumah Pika, namun tidak terlihat Pika yang biasa menyapu halaman rumahnya. Dani bersepeda melewati jalan yang sedikit terjal. Gubbrrraakkk.... Dani terjatuh dari sepedanya, lututnya berdarah dan kakinya sedikit lecet. Dari kejauhan datang cewe misterius yang tempo hari menolong Dani. Cewe itu kini kembali menolong Dani dan membersihkan luka Dani dengan tisunya. “kamu lagi, tiba-tiba kamu ada disini menolongku kembali. Siapa namamu ?”,tanya Dani kepada cewe itu. Cewe itu hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau menyebutkan namanya. “apakah aku boleh melihat wajahmu ?”,tanya Dani kembali. Cewe itu tetap menggelengkan kepalanya, lalu dia beranjak pergi meninggalkan Dani. “lhoohh, kok pergi sih. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Kalaupun kakiku tidak sakit seperti ini, sudah aku kejar dia”, sesal Dani.
Hari itu hari jadi SMAN 3 Jakarta yang ke-23. Sore nanti Dani perform dengan bandnya untuk mengisi acara tersebut. Dani meminta tolong kepada Pika untuk membuatkan aksen tengkorak di bagian belakang rompi jeansnya. “pik, ntar sore aku pakek rompi ini. Selesaikan dengan cepat ya jangan telat lo”, pinta Dani. “iya dan pasti aku selesaikan, ini mudah kok”. Jawab Pika. Acra pembukaan sudah dimulai, Pika belum juga datang menemui Dani dan menyerahkan rompinya. Dani takut Pika tidak datang, padahal sebentar lagi giliran dia perform. Dani mencoba mengSMS Pika dan terus menelfon Pika, tetapi tetap tidak ada balasan. “bagaimana sih Pika, nggak nepatin janji banget. Udah tau aku abis ini mau perform malah ilang tuh anak”, Dani marah-marah. Terpakasa Dani perform tanpa rompi itu. Setelah acara perform Dani selesai, dia mendapat kabar kalau Pika kecelakaan sewaktu perjalanan menuju sekolah, nyawanya tidak bisa tertolong lagi sewaktu perjalanan ke rumah sakit. Dan sekarang jenazah Pika dibawa ke kediamannya. Dani pun langsung menuju rumah Pika. Sesampainya disana, isak tangis keluarga Pika memecahkan suasana. Dani menangis melihat jenazah Pika. Ibu Pika menyerahkan kotak kepada Dani. Dani membuka pelan kotak berwarna biru tua itu, didalamya terdapat rompi milik Dani yang sudah tertempel aksen tengkorak pinta Dani tadi pagi. Melihat rompi itu semakin membuat Dani tidak bisa membendung air matanya. Didalam kotak itu masih terdapa sepucuk surat dan sebuah foto. di foto itu ada cewe misterius yang selalu menolong Dani tempo hari, di foto itu dia memakai cadar merah jambu sama seperti sewaktu Dani bertemu dengannya. Dani menanyakan siapa cewe bercadar itu. “cewe ini sipa bu ?”, tanya Dani. “itu Pika”. Dani kaget dan tidak percaya, lalu dia membaca sepucuk surat itu. Di dalamnya berisi perasaan sebenarnya Pika terhadap Dani kalau dia sangat menyayangi dan mencintai Dani dengan tulus dan bahwa selama ini cewe bercadar merah jambu itu adalah dia. Dani menangis dan percaya bahwa itu benar-benar Pika. Namun kini Pika sudah tiada, meninggalkan Dani sendiri. “aku menyesal marah sama kamu pik, aku menyesal pernah kasar kepadamu. Aku sadar selama ini kamu lah yang selalu ada buat aku, nemenin aku dan segalanya. Dan bidadari itu ternyat kamu. Benar-benar bidadari yang diturunkan dari kayangan oleh tuhan untukku. Aku sadar selama ini bidadari itu selalu ada dan menemaniku selalu dalam keseharianku. Maafkan aku Pika, maafkan semua salah dan ketidaksadaranku”.

Tragedi KELUD in KOS

Tepat tanggal 14 Februari 2014 pukul 22.50, yaa tepatnya hari valentine tuh gunung kita yang tercinta Kelud melontarkan isi perutnya dengan hebat. waktu kejadian hebat itu gue ada di kos sama anak-anak kos lainnya. sorenya gue lihat di tipi kelud enjoy-enjoy aja kayak di pantai. warga juga begitu, malahan ada yang masih sibuk nyari rumput buat sapi-sapi mereka. z nggak sombong ya, tapi dikit gak papa kan. pas abis magrib nggak tau kenapa gue ngarasa ada yang aneh dengan pergerakan bumi, serasa aku bisa gerak-gerak sendiri di tempat, nyangkanya sih gue kena serangan vertigo (kata bimbi adek kos gue). gue goyang-goyang sendiri (bukan karna denger musik dangsut ya). gue mutusin untuk tidur aja, pamit ke anak-anak kos. gue tidur pules sampai gue kebangun karna hebohnya anak-anak nelponin bapaknya. bukannya mereka bangunin gue duluan yang berada satu centi dari tubuh mereka, malah gue di cuekin di duain sama hape dan kegaduhan :(. baru sadar kalau kelud muntah pas si indaful bilang "IL.. GUNUNG KELUD MBLEDOS, NDANG TANGI. gue terpelongo secara sadar, serasa gue lagi nglindur. terus si inda nyuruh mbak kiki dan gue sholat dulu. naaahhh ini karna berantakannya pikiran gue, gue ampe keliru sholat shubuh padahal jam masih nunjukin pukul 22.30. pas sholat gue mikir kok mbak kiki yang di samping gue nggak pakek do'a qunud sholatnya, gue ngira aja dia lupa. selesai sholat mbak kiki ngetawain gue, gue bingung lah abis sholat kok ketawa-ketawa emang tadi aq lagi senam lawak. dia bilang gue salah sholat, harusnya gue sholat isya' bukan shubuh. kembali deh gue bangun dan sholat lagi (SHOLAT ISYA'). semua penduduk kos duduk termenung di depan tipi, takut, gemetar dan memanjatkan do'a. soalnya pas itu yangkung sama yangti (pemilik kos tercinta) lagi nggak di rumah. tipi tetap di nyalakan, karna itu satu-satunya informasi membantu kita-kita lihat kegentingan di luar sana. untung aja gue udah tidur duluan jadi gue bisa selalu stand by to be protected (entah tuh inggris"annya bener atau kagak). taunya tuh di luar juga hujan pasir. adek kos gue lupa nggak nyalemetin baju-bajunya yng di jemur yang di belakang. alhasil dia ngajak gue nyalemetin bajunya. gue padahal takut banget keluar, gue mutusin cuman megangin baju dia dan dia keluar ngambil baju-bajunya.
Dia : "mbak aku takut !"
Gue :"sama dek"
Dia : " gimana ini, ntar baju aq kotor"
Gue :" gak popo tak goceli wisan klambimu saiki metuo jukuk en kuwi, ndang aku wedi pooll"


abis gue nganterin adek kos gue, kita kembali di depan tipi sambil merenungi nasib kami. nggak ada yang nengokin. apalagi gue nggak da yang sms atau nelpon gue. parahnya kakak gue, malah bikin status mulu di BBM sama malah brodcase lewat hape tuan papi. udah nggak waras tuh dia, harusnya dia nanyain keadaan gue. gue akhirnya nelpon kanjeng mak I gue, mak gue kedengeran bingung juga, malah katanya gue mau di jemput hari itu juga (woooo amazing). gue bilang jangan bahaya soalnya. gitu doank gue udah tenang.

kita semua berharap yang baik-baik aja dengan keadaan kita semua. kuarang lebih jam tigaan kejelegaran kelud berakhir sudah. huuuhhh leganya. pas udh abis subuh kita-kita baru keluar kos, dan apa yang terjadi.... di luar penuh dengan pasir 5-7 cm an. KEDIRI TEMPO DOELOE

gila hari itu hari yang paling gila, ini seminggu dari kejadian itu semua. alhamdulillah nya semuanya sudah berakhir.

Hidung Yang Sensitif



ini cerita adik gue yang paling kecil. si Anang Mangrove julukannya soalnya susah bilang ma'ruf. dia super duper nyebelin se jagad raya (lebaaayy). gimana enggak, tiap pagi gue kebagian tugas bangunin dia. tidurnya kayak kebo, nempel banget di bantal. dibangunin suasah banget nggak jarang gue kena tendang, kena tampar, kena senggol bokongnya yang gede itu (hahahahaa). bisa-bisa gue ka'o di tempat (kayak tinju aje :D). gue sempet nyerah sih, tapi gue nggak bakal nyerah lawan adik bongsor gue. gue sret aja dia dari tempat tidur. tapi apa yang gue dapet, di tendanglah gue pakek kaki gajahnya. haaaaa sakit brooo gila luuu. udah gue nggak mau lagi bangunin dia, gue lalu pindah haluan ke dapur nyamperin emak gue dan bantuin masak. kali itu gue dan emak lagi masak soto. emak gue nyuruh lagi buat bangunin adik. aslinya sih gue nggak sanggup lagi ngadepin keganasan adik gue. tapi ya udahlah, nurut aja kata emak. gue lihat adik gue di kamarnya. bener-bener nyebelin ternyata dia udah bangun dan entahlah pergi kemana dan lewat mana. cuci muka aja belum, cuci kaki aja juga belum, cuci baju apalagi. gue pengen ngamuk di tempat, gue padam dan gue kembali bantuin emak. masakan udah matang, bau menyerbak ke penjuru dunia. tiba-tiba suara dentuman keras dari luar. gempa-gempa gue teriak keras sambil pegangin kepala. (nggak, itu palsu). ternyata eee ternyata adik gue. dia lari tergopoh-gopoh mendatangi si dandang penuh soto dan bilang " hhhuuuuuu harrruuummya masakannya. makan aaaahhh ". gila bener tuh anak, habis main juuuuaaaaauuuhhh pulang-pulang gara-gara ada bau masakan. ini pengalaman gue, sekarang gue tau gimana harus ngajak pulang dan bangunin adik gue, tinggal sodorin aja bau makanan, atau sekalian aja tumpahin makanan di wajahnya biar dia rada nuruan (hhaaahahahahah ketawa jahat)